Blog Update

QGIS vs Google My Maps vs Galerigis: Mana yang Harus Anda Pilih? (Jebakan "Goldilocks" dalam Pemetaan)

29 January 2026 By Admin
QGIS vs Google My Maps vs Galerigis: Mana yang Harus Anda Pilih? (Jebakan "Goldilocks" dalam Pemetaan)

Dalam dunia pemetaan digital, seringkali pengguna bisnis terjebak dalam dilema "Goldilocks".

Anda tahu ceritanya: Ada bubur yang terlalu panas, ada yang terlalu dingin, dan ada yang pas. Di dunia software peta juga sama:

  • Ada alat yang terlalu sederhana (seperti mainan, fiturnya kurang).

  • Ada alat yang terlalu rumit (butuh gelar profesor untuk memakainya).

  • Tapi sulit sekali menemukan alat yang "Pas"β€”yang mudah digunakan tapi hasilnya profesional.

Jika hari ini Anda sedang mencari tools untuk memetakan data penjualan, aset, atau sebaran pelanggan, kemungkinan besar Anda sedang menimbang antara QGIS, Google My Maps, atau pendatang baru Galerigis Pro.

Supaya Anda tidak salah pilih (dan membuang waktu berharga untuk belajar tools yang salah), mari kita bedah ketiga software ini secara objektif Head-to-Head.

1. QGIS (The Professional Giant)

Standar emas dunia GIS Open Source. Gratis dan sangat powerful.

  • Kelebihan: Fiturnya nyaris tak terbatas. Bisa analisis spasial rumit, data kontur, topografi, hingga citra satelit canggih. Komunitasnya sangat besar.

  • Kekurangan: Kurva belajarnya sangat curam (sulit). Saat pertama kali membukanya, Anda akan disuguhi ratusan tombol menu kecil yang membingungkan.

  • Analogi: Ibarat menerbangkan Pesawat Jet Tempur. Sangat canggih dan cepat, tapi butuh lisensi pilot (kursus berbulan-bulan) untuk mengoperasikannya.

  • Vonis: Jika Anda hanya ingin memplot data penjualan Excel, ini Overkill (berlebihan). Anda menghabiskan waktu 3 jam belajar fitur, padahal pekerjaannya cuma butuh 5 menit.

2. Google My Maps (The Basic Web Tool)

Fitur bawaan Google yang simpel dan populer.

  • Kelebihan: Sangat mudah. Tampilannya familiar karena semua orang pakai Google Maps di HP. Berbasis web, jadi tidak perlu install apapun.

  • Kekurangan: Sangat terbatas. Maksimal hanya 2.000 data per layer (ini masalah besar bagi bisnis yang berkembang). Selain itu, data Anda harus di-upload ke server cloud mereka (risiko privasi data nasabah/perusahaan).

  • Analogi: Ibarat naik Sepeda. Mudah, santai, dan gratis untuk jarak dekat. Tapi jika Anda membawa beban berat (ribuan data) atau butuh keamanan tinggi, alat ini tidak memadai.

  • Vonis: Bagus untuk hobi, tapi berbahaya untuk data korporat sensitif.

3. Galerigis Pro (The Smart Middle Ground)

Hadir untuk mengisi celah kosong di antara keduanya.

  • Kelebihan: Menggabungkan kemudahan Google dengan keamanan Desktop. Fitur utamanya adalah Drag-and-Drop Excel. Tidak perlu skill coding, tidak perlu kursus kartografi. Plus, 100% Offline (Data aman di laptop).

  • Kekurangan: Fitur analisis spasial tidak serumit QGIS (karena memang difokuskan untuk visualisasi bisnis dan pelaporan, bukan analisis geologi tambang).

  • Analogi: Ibarat mengendarai Mobil SUV Matic. Nyaman, aman, mudah dikendarai siapa saja (tinggal gas-rem), tapi cukup tangguh untuk membawa banyak muatan data bisnis Anda sampai tujuan.

  • Vonis: Pilihan paling masuk akal untuk Admin, Sales, dan Manajer.

Tabel Perbandingan Head-to-Head

Agar lebih jelas, silakan lihat tabel perbandingan fitur di bawah ini:

Fitur/Aspek

Google My Maps

QGIS (Quantum GIS)

Galerigis Pro

Tipe Software

Web Based(Cloud)

Desktop(Expert)

Desktop(User Friendly)

Kemudahan Pakai

⭐⭐⭐⭐⭐ (Sangat Mudah)

⭐ (Sulit/Rumit)

⭐⭐⭐⭐⭐ (Sangat Mudah)

Kurva Belajar

5 menit

2-4 Minggu (Kursus)

5 Menit

Keamanan Data

❌ Cloud (Risiko Online)

βœ… Offline (Aman)

βœ… Offline (Aman)

Batas Data(Limit)

⚠️ Max 2.000 Baris

βœ… Unlimited

βœ… Unlimited

Fitur Geocoding

❌ (Harus ada koordinat)

⚠️ (Butuh Plugin Tambahan)

βœ… (Built-in Gratis)

Kebutuhan Internet

Wajib Online Terus

Bisa Offline

Bisa Offline (Hybrid)

Cocok Untuk

Rute Liburan / Peta Simpel

Analis GIS / Ahli Tata Kota

Sales, Admin, Manager, Surveyor

*Galerigis butuh internet hanya saat login awal.

Kesimpulan: Mana yang Harus Anda Pilih?

Jawaban jujurnya tergantung siapa Anda:

  1. Pilih QGIS jika: Anda adalah seorang GIS Specialist atau mahasiswa Geografi yang butuh analisis topografi rumit dan punya waktu banyak untuk belajar teknis. "Gratis" uangnya, tapi mahal di waktu belajarnya.

  2. Pilih Google My Maps jika: Anda hanya ingin memetakan lokasi reuni keluarga atau rute liburan dengan data kurang dari 100 titik yang tidak bersifat rahasia.

  3. Pilih Galerigis Pro jika: Anda adalah Profesional Bisnis (Sales, Admin, Manager) yang butuh memetakan ribuan data Excel dengan cepat, aman, dan tanpa ribet belajar software teknis. Anda rela investasi sedikit biaya langganan demi menghemat ratusan jam kerja.

Jangan persulit pekerjaan Anda dengan tools yang salah. Pilih yang efisien, aman, dan to-the-point.

Butuh Software & Solusi Pemetaan?

Dapatkan Software Desktop Galerigis Pro atau konsultasikan Jasa WebGIS & Analisis Wilayah bersama kami.