Catatan Perubahan Galerigis Pro (Changelog)

Versi 4.7.1

Update bertema "Data POI Google Maps yang Lengkap dan Utuh". Pencarian POI Google Maps tidak lagi membuang tempat di area padat, kolomnya kini terisi lengkap termasuk nomor telepon, dan hasilnya bisa dipotong mengikuti batas wilayah dari layer Anda.

  • [FIX] Tempat di Area Padat Tidak Lagi Terbuang: Dua tempat yang berjarak kurang dari 50 meter dulu dianggap sama, apa pun namanya, lalu salah satunya dibuang. Di deretan ruko dan pasar itu berarti banyak toko berbeda hilang dari hasil tanpa pemberitahuan. Diuji pada pencarian "toko" di sekitar Pasar Baru Bandung: dari 60 tempat, cara lama hanya menyisakan 28. Sekarang tempat dianggap sama hanya kalau ID Google-nya sama, atau namanya sama dan jaraknya kurang dari 100 meter. Toko bersebelahan tetap tersimpan semua, begitu juga cabang Indomaret atau bank yang namanya sama di lokasi berbeda.
  • [IMPROVEMENT] Kolom POI Terisi Lengkap: Telepon, Kategori, Rating, Alamat Bersih: Kolom dulu ditebak dari teks di sekitar koordinat, sehingga nomor telepon tidak pernah terbaca, alamat diawali nama tempat dan kadang kode plus, kategori dan rating bulat seperti 4 atau 5 sering kosong, dan tanda & tertulis &. Sekarang kolom dibaca langsung dari data terstruktur Google. Pada pencarian "toko" se-Kota Bogor: telepon terisi 56 persen (dulu 0), kategori 96 persen (dulu 84), rating 65 persen (dulu 24), dan semua alamat bersih tanpa nama di depannya. Rating dan jumlah ulasan kini tersimpan sebagai angka, jadi bisa langsung diurutkan di Excel. Cara lama tetap dipasang sebagai cadangan kalau Google mengubah formatnya.
  • [NEW] Hasil POI Dipotong Mengikuti Batas Wilayah dari Layer: Memilih area lewat Dari Layer dulu hanya mengambil kotak terluarnya, jadi tempat di luar batas kecamatan atau kota tetap ikut masuk. Sekarang, kalau layernya berupa polygon, hasil pencarian Google maupun Overture dipotong mengikuti batas polygon itu, termasuk polygon berlubang dan wilayah berpulau. Label di bawah kotak area menandai bahwa pemotongan aktif, dan hilang begitu Anda memakai Map View, Draw, atau mengetik koordinat sendiri.
  • [NEW] Link Google Maps di Ekspor Excel: Ekspor Excel POI kini punya kolom Link Google Maps untuk tiap tempat, dan panel info titik menampilkan ID Google-nya. Satu klik membuka tempat itu di Google Maps, berguna untuk memeriksa ulang data sebelum dipakai atau diserahkan ke klien.
  • [FIX] Pesan "Google Membatasi" Tidak Lagi Muncul Saat Hasil Memang Habis: Halaman terakhir yang kosong karena hasilnya sudah habis ukurannya kecil, sama seperti halaman blokir, sehingga pesan dari versi 4.7 salah mengira Anda sedang dibatasi Google. Sekarang keduanya dibedakan dari isinya: hasil yang habis tercatat "Tidak ada hasil lagi", dan pesan pembatasan hanya muncul kalau Google benar-benar menahan permintaan.

Versi 4.7

Update bertema "AI Digitasi untuk Ortofoto Besar & GPU". AI digitasi kini sanggup membaca ortofoto drone sebesar apa pun, memakai GPU laptop kalau ada, dan mengeluarkan bangunan yang sudah siku. Ditambah dukungan JPEG2000 dan Erdas Imagine, serta beberapa perbaikan dari kasus pembeli.

  • [NEW] AI Digitasi Sanggup Ortofoto Drone Sebesar Apa Pun: Dulu seluruh citra dimuat ke memori sekaligus, jadi ortofoto drone yang besar langsung gagal dengan pesan kehabisan memori (kasus pembeli: ortofoto 276.000 x 171.000 piksel, butuh 133 GB). Sekarang citra diproses per jendela dengan kebutuhan memori tetap sekitar 4 GB, berapa pun ukuran berkasnya, dan bagian citra yang kosong di luar jejak terbang dilewati. Hasilnya diuji identik dengan cara lama pada citra kecil. Catatan jujur soal waktu: di CPU laju sekitar 1 tile per detik, jadi area puluhan kilometer persegi tetap memakan belasan jam. Saran kami: ekspor ortofoto pada 20 cm per piksel, potong ke batas area kerja dengan Clip Raster dulu, lalu jalankan semalaman, atau pakai GPU (lihat di bawah).
  • [NEW] Memakai GPU Laptop Secara Otomatis: Kalau laptop Anda punya GPU NVIDIA, AMD, atau Intel, AI digitasi sekarang memakainya lewat DirectML bawaan Windows 10/11, tanpa perlu memasang CUDA atau driver tambahan. Terukur di laptop kami: 15 tile per detik di RTX 3050 Ti dan 2,6 di Intel Iris Xe, dibanding 0,9 di CPU, dengan hasil yang sama persis. Kalau GPU tidak ada atau ternyata lebih lambat dari CPU, aplikasi otomatis kembali ke CPU. Kalau driver GPU bermasalah sampai prosesnya berhenti, percobaan berikutnya otomatis memakai CPU dan menyebutkannya di catatan proses. Catatan proses menampilkan perangkat yang dipakai.
  • [NEW] Bangunan Hasil AI Langsung Siku: Poligon bangunan dari AI dulu bergerigi mengikuti piksel, dan harus dirapikan tangan sebelum layak masuk peta dasar. Sekarang setiap bangunan yang bentuknya memungkinkan dirapikan otomatis jadi sudut 90 derajat. Diuji pada 1.589 bangunan di Bogor dan 1.300 di Depok: sekitar 96 persen jadi siku, pusat bangunan bergeser rata-rata 25 cm, dan tidak satu pun jadi tumpang tindih dengan tetangganya, karena bangunan yang kalau disikukan akan menimpa tetangga dibiarkan seperti asalnya. Tiap fitur membawa atribut siku bernilai 1 atau 0 supaya Anda tahu mana yang disentuh. Hanya berlaku untuk model bangunan bawaan, bukan jalan atau model impor.
  • [NEW] Membuka JPEG2000 dan Erdas Imagine: Berkas .jp2, .j2k, dan .img kini bisa diseret langsung ke peta. Aplikasi membuat salinan tampilan GeoTIFF untuk digambar, sedangkan AI dan alat analisis tetap membaca berkas aslinya. Hasil AI pada JP2 dan IMG diuji identik dengan GeoTIFF dari citra yang sama. Untuk .img, pastikan berkas pendampingnya (.ige, .rrd) ada di folder yang sama. Berkas ECW tidak didukung.
  • [FIX] Berkas .tiff Besar Tidak Lagi Tertimpa Salinan Tampilannya: Untuk berkas lebih dari 5 MB, aplikasi membuat salinan ringan untuk tampilan. Nama salinan itu dibentuk dari nama berkas berakhiran .tif saja, jadi berkas berakhiran .tiff mendapat nama salinan yang sama persis dengan berkas aslinya, dan berkas asli Anda tertimpa versi yang sudah diturunkan resolusinya. Sekarang nama salinan dibentuk dengan benar untuk semua akhiran, dan aplikasi menolak menulis kalau namanya masih sama.
  • [FIX] Gabung Band Sentinel-2 Ditolak Padahal Benar: Pengaman dari versi 4.6 yang menolak band dengan cakupan berbeda ternyata terlalu ketat: band 20 meter (SWIR) dipotong ke grid 20 meter, jadi tepinya sah berbeda sampai 10 meter dari band 10 meter, dan komposit 6 band Sentinel-2 ditolak dengan pesan "menutup wilayah berbeda" (kasus Sumberpucung, 24 September). Batasnya kini satu piksel band terkasar, dan band yang beda resolusi diselaraskan ke grid band pertama lewat reproyeksi, bukan diregang ke ukurannya. Perlindungan terhadap band yang benar-benar tidak lengkap tetap berjalan.
  • [IMPROVEMENT] Landsat 4 sampai 9, dan Citra Bergaris Diberi Tanda: Pilihan koleksi dulu berlabel "Landsat 8/9", padahal isinya sampai Landsat 4, jadi arsip 1980-an dan 1990-an tidak terlihat sebagai pilihan. Labelnya kini "Landsat 4 sampai 9 (1982 sampai sekarang)". Di hasil pencarian, scene Landsat 7 setelah Mei 2003 diberi tanda merah "bergaris (SLC-off)": sensornya rusak sebagian sejak saat itu, sekitar 22 persen piksel hilang, dan dulu tampil persis seperti scene yang sehat. Hindari scene bertanda itu untuk klasifikasi dan hitungan luas. Perlu diketahui, arsip Indonesia tipis untuk 2004 sampai 2012.
  • [IMPROVEMENT] Kotak Koordinat yang Salah Tulis Dijelaskan Penyebabnya: Mengetik koordinat dengan desimal koma, atau lupa tanda minus pada lintang selatan, dulu cuma menghasilkan pesan "Tentukan AOI terlebih dahulu" padahal kotaknya sudah terisi. Sekarang pesannya menyebut salahnya: desimal pakai titik, urutan barat-selatan-timur-utara, dan kalau lintangnya positif di wilayah Indonesia aplikasi menawarkan angka dengan tanda minus yang bisa langsung dipakai.
  • [IMPROVEMENT] Peringatan Kalau Dijalankan dari Dalam ZIP: Menjalankan aplikasi langsung dari jendela ZIP memang membuka aplikasinya, tapi Windows hanya mengekstrak berkas .exe ke folder sementara, tanpa folder bin dan WebGISData, lalu menghapusnya lagi. Akibatnya unduh citra dan AI tidak jalan, dan data serta lisensi hilang. Sekarang aplikasi mengenali kondisi itu saat dibuka dan meminta Anda mengekstrak ZIP-nya dulu.
  • [IMPROVEMENT] Pencarian POI: Pesan Jujur Saat Google Membatasi: Kalau Google membatasi permintaan dari jaringan Anda, catatan proses dulu menulis "Parser gagal", yang terdengar seperti kerusakan aplikasi. Sekarang pesannya menyebut bahwa permintaan sedang dibatasi, hasil yang sudah terkumpul tetap dipakai, dan Anda disarankan mencoba lagi beberapa menit kemudian atau memperkecil area.
  • [NEW] Statistik & Luas per Kelas untuk Raster: Klik kanan layer raster, pilih Statistik & Luas. Anda mendapat rata-rata, nilai terendah dan tertinggi, lalu luas hektar dan persen tiap kelas, lengkap dengan tombol ekspor CSV. Untuk NDVI kelasnya kerapatan vegetasi, untuk NDBI dan NDWI ada skema sendiri, dan raster klasifikasi dihitung per nilai kelasnya. Komposit yang sedang ditampilkan dalam mode Indeks dihitung dari nilai indeks yang sama dengan yang digambar di peta, dan hitungannya memakai berkas asli, bukan salinan tampilan yang diperkecil.
  • [NEW] Indeks NDBI untuk Lahan Terbangun: NDBI membedakan lahan terbangun dari vegetasi dan air. Tersedia di mode Indeks pada style layer, di Export Spectral Index, dan di Toolbox, berdampingan dengan NDVI, NDWI, NBR, EVI, dan SAVI.
  • [IMPROVEMENT] Unduh Footprint Bangunan Jauh Lebih Cepat: Pengunduh footprint bangunan dulu memindai seluruh arsip sebelum mengambil area Anda, jadi area kecil pun bisa memakan belasan menit. Sekarang ia memakai indeks katalognya, dan area yang sama selesai di bawah satu menit.
  • [FIX] Hasil Export Spectral Index Langsung Tampil, Legendanya Benar: Hasil ekspor NDVI dan indeks lain dulu hanya diberi pesan berhasil, Anda harus menyeret berkasnya sendiri ke peta. Sekarang langsung dimuat sebagai layer color ramp, dan dihitung dari berkas asli beresolusi penuh, bukan dari salinan tampilan yang diperkecil. Perhitungannya berjalan per blok, jadi raster sebesar apa pun tidak lagi menghabiskan memori. Legenda color ramp juga dulu menampilkan 0 sampai 255 padahal nilai rasternya minus 1 sampai 1, kini menampilkan nilai yang sebenarnya.
  • [FIX] Raster Kelas Tidak Lagi Tercampur Saat Diperkecil untuk Tampilan: Salinan tampilan untuk raster lebar dulu dibuat dengan resampling Lanczos untuk semua jenis raster. Untuk hasil klasifikasi dan kelas lereng, cara itu melahirkan nilai kelas yang tidak pernah ada, misalnya kelas 6 pada raster berisi kelas 1 sampai 5. Raster 8-bit dan raster bercolormap kini diperkecil dengan nearest, sama seperti bawaan GDAL dan QGIS, sehingga kelasnya utuh. Citra dan raster indeks tetap memakai Lanczos.

Versi 4.6

Update bertema "Gabung Citra & Unduhan yang Bisa Dipercaya". Citra dari dua tanggal kini bisa disatukan langsung di dalam aplikasi, dan unduhan yang gagal sebagian tidak lagi diteruskan diam-diam sebagai citra yang tampak normal.

  • [NEW] Gabung Citra Satelit (Mosaic): Kalau area kerja Anda melewati batas dua rekaman satelit, satu tanggal tidak akan pernah menutup seluruhnya β€” selalu ada bagian yang kosong. Sekarang beberapa citra bisa disatukan jadi satu berkas lewat Toolbox β†’ Analisis Spektral β†’ Gabung Raster, tanpa perlu keluar ke QGIS atau ArcGIS. Urutannya bisa Anda atur sendiri, dan yang ditaruh paling atas mengisi bagian yang bertumpang tindih, jadi letakkan citra yang cakupannya paling luas di urutan pertama. Diuji pada satu area di Sulawesi Barat: sendiri-sendiri hanya menutup 84% dan 46%, setelah digabung menutup penuh tanpa sisa lubang.
  • [FIX] Citra yang Gagal Sebagian Tidak Lagi Ditambal Diam-diam: Ini perbaikan terpenting di versi ini. Kalau salah satu bagian citra gagal diunduh, aplikasi dulu tetap melanjutkan dengan menarik bagian yang ada dan meregangkannya untuk menutupi wilayah yang lebih luas β€” sehingga piksel jatuh di lokasi yang salah sampai belasan kilometer, tanpa satu pun pesan kesalahan. Berkasnya tetap diberi label lengkap dan prosesnya tetap ditutup dengan tanda selesai. Sekarang penggabungan dihentikan kalau cakupan antar bagian tidak sama, dan bagian yang tidak lengkap dibuang dengan pemberitahuan. Kalau Anda pernah melihat tanda silang merah di catatan proses unduhan, ulangi unduhan tanggal itu dan periksa kembali hasil klasifikasinya.
  • [FIX] Raster Ikut Tampil di Layout Composer, Lengkap dengan Legendanya: Peta hasil klasifikasi, NDVI, atau citra satelit dulu hilang begitu masuk Layout Composer. Yang tercetak cuma peta dasar dan layer vektor, dan legendanya pun tidak menyebut kelas rasternya, jadi peta tutupan lahan tidak bisa dicetak dari dalam aplikasi. Sekarang raster yang aktif di peta utama ikut tergambar di layout, tepat di bawah layer vektor, dengan gaya yang sama persis seperti di peta. Legendanya menyesuaikan jenis rasternya. Hasil klasifikasi ditampilkan per nama kelas (Hutan, Sawah, dan seterusnya, bukan kode angka), sedangkan NDVI dan color ramp ditampilkan sebagai bar gradien dengan nilai terendah dan tertinggi. Ekspor PDF maupun gambar ikut membawa rasternya.
  • [FIX] Unduhan Citra Gagal Padahal Jaringan Normal: Sejak beberapa berkas diunduh bersamaan, penyedia citra kadang membatasi jumlah permintaan dan menolak beberapa di antaranya. Dulu penolakan itu dilewati begitu saja lalu muncul sebagai kegagalan yang membingungkan seolah masalah jaringan. Sekarang izin aksesnya diminta sekali lalu dipakai bersama untuk seluruh berkas di satu tanggal, dan kalau memang sedang dibatasi, pesannya menyebutkan hal itu apa adanya.
  • [FIX] Menyimpan Proyek Berisi Lebih dari Satu Citra: Dua citra dari tanggal berbeda bisa saling menimpa saat proyek disimpan, karena nama berkasnya kebetulan sama. Akibatnya salah satu layer menampilkan citra milik tanggal yang lain tanpa tanda apa pun. Sekarang setiap berkas dalam proyek dijamin bernama unik.
  • [FIX] Proyek yang Tersimpan Tidak Lengkap Kini Memberi Tahu: Kalau ada berkas yang gagal disalin saat menyimpan, aplikasi dulu tetap menulis "berhasil disimpan" dan masalahnya baru ketahuan besoknya sebagai layer rusak. Sekarang Anda diberi tahu saat itu juga, lengkap dengan daftar berkas yang bermasalah.
  • [FIX] Analisis Setelah Proyek Dibuka Ulang Memakai Citra Asli: Untuk mempercepat tampilan, aplikasi membuat salinan ringan dari setiap citra. Salinan itu yang dulu ikut tersimpan ke dalam proyek, sehingga clipping dan klasifikasi yang dijalankan setelah proyek dibuka ulang diam-diam bekerja pada salinan, bukan citra asli. Sekarang berkas aslinya ikut tersimpan dan tetap dipakai untuk semua analisis, dan proyeknya jadi bisa dipindah ke komputer lain tanpa putus.
  • [FIX] Mengunduh Ulang Area Berbeda di Tanggal yang Sama: Mengganti area lalu mengunduh ulang tanggal yang sama menghasilkan citra baru yang benar, tapi yang tampil di peta tetap citra area sebelumnya. Sekarang tampilannya ikut diperbarui begitu sumbernya berubah.
  • [IMPROVEMENT] Menyeret Berkas yang Sudah Ada Tidak Lagi Menggandakan: Menyeret berkas yang isinya sama persis dengan yang sudah ada di folder data dulu selalu membuat salinan baru bernomor, lalu bernomor lagi, padahal tidak ada yang bertambah. Sekarang isinya dibandingkan dulu β€” berkas yang benar-benar berbeda tetap dilindungi dan tidak akan tertimpa.
  • [IMPROVEMENT] Pesan Kesalahan Menyebutkan Penyebabnya: Kegagalan proses dulu hanya muncul sebagai kode angka tanpa keterangan, sehingga sulit dilacak bahkan oleh kami sendiri. Sekarang keterangan dari mesin pengolahnya ikut ditampilkan, jadi kalau Anda melaporkan kendala, penyebabnya bisa langsung terlihat.

Versi 4.5

Update bertema "Kendali Tampilan & Geocoding yang Tidak Nyasar". Ukuran titik kini bisa diatur sendiri, geocoding alamat dikunci ke wilayah Indonesia dengan penanda hasil meragukan, dan download citra satelit jadi lebih cepat.

  • [NEW] Ukuran Titik Bisa Diatur: Layer titik sekarang punya pengaturan ukuran sendiri (1–40 piksel) di panel warna β€” sebelumnya semua titik dipaksa satu ukuran. Titik kecil untuk data padat ratusan lokasi, titik besar untuk peta presentasi. Ukuran yang Anda set ikut terbawa ke Layout Composer, tersimpan di project, dan ukuran titik dari file SLD/Mapbox/LYRX yang Anda impor sekarang benar-benar terpakai (dulu diabaikan).
  • [NEW] Batasi Area Sebelum Bulk Geocoding: Sebelum memproses ratusan alamat, Anda bisa menentukan dulu area kerjanya β€” pilih lewat tampilan peta, tarik kotak langsung di peta, atau ambil dari layer yang sudah ada. Alamat yang hasilnya jatuh di luar area itu langsung ketahuan. Dikosongkan berarti seluruh Indonesia.
  • [FIX] Geocoding Tidak Lagi Nyasar ke Luar Negeri: Pencarian alamat sempat bisa mendarat di negara lain untuk nama tempat yang mirip β€” misalnya alamat Tasikmalaya jatuh ke Norwegia. Semua jalur pencarian alamat (bulk import, cari lokasi, input manual) kini dikunci ke wilayah Indonesia. Diuji dengan 100 alamat: seluruhnya mendarat di Indonesia, bahkan alamat yang sengaja dibuat mengecoh tetap tertahan.
  • [IMPROVEMENT] Penanda Hasil Geocoding yang Meragukan: Hasil bulk geocoding sekarang punya kolom tingkat kecocokan, dan baris yang kecocokannya rendah ditandai "PERIKSA". Alamat yang tidak lengkap tetap dapat koordinat, tapi Anda tahu mana yang perlu dicek ulang tanpa harus memeriksa satu per satu.
  • [IMPROVEMENT] Download Citra Satelit Lebih Cepat: Band citra kini diunduh beberapa berkas sekaligus, bukan antre satu per satu. Untuk area yang mencakup banyak petak, waktu tunggunya terpangkas cukup terasa.
  • [IMPROVEMENT] Citra yang Sudah Diunduh Dipakai Ulang: Kalau Anda mengulang download untuk area dan tanggal yang sama, berkas yang sudah ada di komputer langsung dipakai tanpa mengunduh lagi. Berguna saat sebuah proses diulang, misalnya sampel training diperbaiki lalu klasifikasi dijalankan lagi, atau Anda kembali ke tanggal yang tadi sudah pernah diunduh. Berkas hanya dipakai ulang bila area dan sumbernya benar-benar sama persis.
  • [IMPROVEMENT] Hasil Klasifikasi Langsung Berwarna dan Bernama di QGIS & ArcGIS: Peta hasil klasifikasi tutupan lahan, baik yang terbimbing maupun K-Means, sekarang membawa warna dan nama kelasnya sendiri. Dibuka di QGIS atau ArcGIS, legendanya sudah terisi persis seperti yang tampil di GaleriGIS Pro β€” tidak perlu mewarnai ulang atau mengetik nama kelas satu per satu. Khusus ArcGIS, tabel atributnya juga langsung terisi jumlah piksel dan luas hektar tiap kelas, jadi rekap luas bisa dibaca tanpa membuka Excel-nya.
  • [FIX] Style QGIS Gagal Termuat untuk Nama Kelas Bertanda &: Nama kelas yang memuat tanda & seperti "Bangunan & Halaman" membuat berkas style .qml tidak terbaca QGIS, sehingga peta klasifikasi terbuka polos tanpa warna. Sekarang aman untuk semua nama kelas, termasuk yang memakai tanda kutip.

Versi 4.4

Update bertema "Laporan Gabungan & Bantuan Langsung". Report Generator kini bisa menghasilkan satu dokumen .docx gabungan dari semua feature, plus jalur bantuan WhatsApp langsung dari dalam aplikasi.

  • [NEW] Report Gabungan β€” Semua Feature dalam 1 File .docx: Mode baru di Report Generator: centang "Gabungkan jadi 1 file" dan semua feature dirender ke SATU dokumen mengikuti template Anda β€” tiap item dipisah page break otomatis. Template lama tetap bisa dipakai apa adanya, tanpa perlu diubah. Cocok untuk laporan survey ratusan titik yang selama ini terpecah jadi ratusan file.
  • [NEW] Download Landsat 8/9 di Data Catalog: Dataset Citra Satelit kini mendukung Landsat 8/9 Collection 2 (30m, termasuk band thermal) β€” search per area & tanggal dengan filter awan, download komposit siap pakai (True Color, False Color, Klasifikasi Lahan 6-Band), langsung bisa dianalisis NDVI/klasifikasi.
  • [NEW] Menu Bantuan β€” WhatsApp Langsung dari Aplikasi: Menu Help kini punya tombol "Hubungi Saya (WhatsApp)" yang langsung membuka chat dengan pembuat GaleriGIS, plus link Panduan Penggunaan. Nyangkut di fitur apa pun, bantuan tinggal satu klik.
  • [IMPROVEMENT] Dialog About: Menampilkan versi aplikasi dan arahan bantuan.
  • [FIX] Import Excel via Drag & Drop Macet Loading: Dialog pilihan koordinat (WGS84/UTM) tertutup overlay loading sehingga import Excel tampak loading selamanya. Dialog kini tampil di atas dan loading berhenti saat menunggu input.
  • [IMPROVEMENT] Preview Tag Report β€” Tag Koordinat Otomatis: Tag {LAT}, {LON}, {KOORDINAT}, {X}, {Y} di template report selalu terisi otomatis dari geometry feature β€” kini ditandai πŸ“ di preview, bukan warning "tidak ada di field layer" yang menyesatkan.

Versi 4.3

Update bertema "Precision & Productivity". Refine polygon AI interaktif dengan SAM2 dan peningkatan scraping data POI.

  • [NEW] SAM2 Refine Polygon (Interaktif): Perbaiki boundary polygon hasil auto-digitize menggunakan SAM2 (Segment Anything Model 2). Klik kanan polygon β†’ "Refine Polygon with AI" β†’ klik titik di dalam/luar area β†’ boundary otomatis menyesuaikan. Mendukung polygon bangunan dan jalan. Model SAM2 Tiny (~40MB) berjalan offline di CPU.
  • [NEW] Grid Search POI (Area Besar): Pencarian POI di area luas (kabupaten/provinsi) otomatis dipecah menjadi grid sub-area. Tiap cell di-search satu per satu dengan kontrol manual β€” user klik "Lanjut Area Berikutnya" setelah cooldown 30 detik. Grid divisualisasikan dengan warna: hijau (selesai), biru (sedang), abu (belum). Bisa dihentikan kapan saja.
  • [IMPROVEMENT] Google Maps Scraper β€” Unlimited Fetch: Pencarian POI Google Maps kini mengambil semua halaman hasil (maks 25 halaman, ~500 hasil) β€” sebelumnya dibatasi 3 halaman (60 hasil). Log pencarian bisa di-toggle.
  • [IMPROVEMENT] Google Maps Scraper β€” Dynamic Radius: Radius pencarian (viewDistance) dihitung dinamis dari bounding box, bukan hardcoded 15 km. Area kecil radius kecil (lebih presisi), area besar radius besar (cakupan luas).
  • [IMPROVEMENT] SAM Refine β€” Clean Screenshot: Screenshot untuk SAM2 benar-benar bersih dari overlay polygon (mode SVG maupun Canvas). Segmentasi lebih akurat karena AI hanya melihat citra satelit murni.

Versi 4.2

Update bertema "AI Workflow Refinement & Open Data". Download POI dan jaringan jalan langsung dari aplikasi, deteksi objek dari basemap tanpa drone, dan segmentasi jalan otomatis berbasis AI.

  • [NEW] Download POI (Points of Interest): Cari dan download data lokasi (restoran, sekolah, SPBU, dll) langsung dari Data Catalog. Dua sumber: Google Maps Scraping (cooldown 30 detik, maks 20 hasil/search, parser v3) dan Overture Maps Places (tanpa limit via GeoParquet, Smart Filter IDβ†’EN). Hasil terakumulasi dengan dedup radius 50m. Export GeoJSON & Excel.
  • [NEW] Download Road Network (Overture Maps): Download jaringan jalan dari Overture Maps Foundation (OSM + Google + Meta) dari Data Catalog. Filter per kelas jalan. Ditampilkan otomatis dengan warna & ketebalan per hierarki. Atribut: nama, kelas, permukaan, batas kecepatan, sumber.
  • [NEW] Quick Scan AI (Basemap β†’ AI Inference): Deteksi bangunan dan jalan langsung dari basemap satelit tanpa citra drone. Sistem membuat grid screenshot, menggabungkan jadi 1 GeoTIFF georeferenced, lalu menjalankan model ONNX. Mendukung AOI hingga ~10-12 kmΒ² per batch (~12 menit/batch).
  • [NEW] AI Road Segmentation (Deteksi Jalan): Model ONNX baru yang di-fine-tune khusus untuk segmentasi jalan dari citra satelit/GeoTIFF. Melengkapi model deteksi bangunan β€” kini bisa mendeteksi bangunan dan jalan otomatis.
  • [NEW] Accuracy Assessment: Uji akurasi hasil klasifikasi (K-Means/Random Forest) dengan data validasi independen. Output: Overall Accuracy, Kappa, Confusion Matrix, dan Producer/User Accuracy per kelas.
  • [IMPROVEMENT] POI Rate Limiting: Pembatasan pencarian Google Maps diubah dari file-based (30/hari, mudah di-bypass) jadi in-memory cooldown 30 detik dengan timer countdown live di UI.

Versi 4.1

Update bertema "Building Intelligence & Spatial Analytics". Analisis bangunan otomatis, deteksi perubahan penutupan lahan multi-periode, dan perluasan layer catalog dengan data BIG & BNPB.

  • [NEW] Download Building Footprints (Overture Maps): Download bangunan global dari Overture Maps (Google Open Buildings + Microsoft + OSM) dari Data Catalog. Atribut kaya: nama, tinggi, jumlah lantai, tipe, luas (mΒ²), keliling.
  • [NEW] Analisis Keterjangkauan Layanan: Hitung jumlah bangunan dan estimasi KK/jiwa dalam radius jangkauan dari titik layanan (tower BTS, puskesmas, sekolah). Multi-titik dengan deteksi overlap, warna buffer per kepadatan, dan summary card.
  • [NEW] Statistik Bangunan (Hexagon): Metode agregasi baru di Analisis Hexagon β€” kepadatan bangunan per kmΒ², built-up ratio (%), dan statistik luas (min/max/rata-rata) per sel.
  • [NEW] Perubahan Penutupan Lahan (Land Cover Change): Cross-tabulation raster klasifikasi multi-periode β†’ matriks transisi luas per kelas, ringkasan perubahan (ha & %), change map raster, ekspor Excel. Auto-deteksi nama kelas dari legenda.
  • [NEW] ArcGIS ImageServer Support: Layer Catalog mendukung tipe ArcGIS ImageServer untuk akses citra satelit dan data raster dari server ArcGIS.
  • [IMPROVEMENT] Layer Catalog Diperluas (18 Layer): Menghapus layer Peta Bidang Tanah & WIUP, menambah data BIG dan BNPB. Total 18 layer online siap pakai.
  • [IMPROVEMENT] Nama Kolom Hexagon Readable: Hasil hexagon memakai nama layer sebagai prefix kolom (bukan angka), lebih mudah dibaca di Feature Info dan Excel.

Versi 4.0

Update bertema "Raster Intelligence & AI Engine". Platform analisis citra satelit dan drone lengkap β€” indeks spektral, klasifikasi tutupan lahan otomatis, hingga digitasi bangunan berbasis AI, semua offline.

  • [NEW] Analisis Hexagon Grid: Buat grid heksagon otomatis dari AOI, overlay dengan layer untuk agregasi spasial. Konfigurasi radius, statistik per sel (count, sum, average), dan ekspor.
  • [NEW] Dataset Citra Satelit: Akses & download citra satelit dari dalam aplikasi: OpenAerialMap, Sentinel-2, Sentinel-1, ESA WorldCover, Esri 10m Annual Land Cover.
  • [NEW] Clip/Crop Raster ke AOI: Potong citra satelit/drone berdasarkan polygon AOI. Output GeoTIFF baru siap dianalisis atau dipakai di software lain.
  • [NEW] Indeks Spektral (Band Math): Hitung indeks vegetasi & lingkungan per-pixel: NDVI, NDWI, NBR, EVI, SAVI. Preset band otomatis untuk Landsat 8/9 dan Sentinel-2. Ekspor GeoTIFF float32.
  • [NEW] Klasifikasi Unsupervised (K-Means): Klasifikasi tutupan lahan otomatis dengan K-Means. Pilih jumlah kelas (2-23). Template warna KLHK 23 Kelas dan pelabelan manual per cluster.
  • [NEW] Klasifikasi Supervised (Random Forest): Klasifikasi presisi tinggi. Gambar training area, beri label, sistem melatih model Random Forest dan mengklasifikasi seluruh citra. Laporan akurasi (confusion matrix) + ekspor GeoTIFF.
  • [NEW] AI Auto-Digitize (Bangunan): Deteksi & digitasi footprint bangunan dari citra drone/satelit dengan model AI (ONNX). Pemrosesan paralel multithreading + Smart Auto-Scaling. Hasil layer polygon GeoJSON.
  • [NEW] AI Model Manager: Import model AI custom ONNX via ZIP (.onnx + meta.json). Langsung tersedia di dropdown Auto-Digitize tanpa update aplikasi.
  • [IMPROVEMENT] Optimasi Performa AI: Engine Auto-Digitize pakai ThreadPoolExecutor untuk tiles paralel + pembatasan worker (maks 4) agar RAM terkendali (~2-3 GB). Bisa proses citra 400+ Megapixel di laptop standar.
  • [IMPROVEMENT] Ekspor Data Diperluas: Toolbox mendukung ekspor layer ke 4 format: KML, SHP, GeoJSON, dan CSV.

Versi 3.2

Update bertema "Smart Navigation". Pencarian lokasi cepat dan dukungan layer catalog untuk ArcGIS Dynamic Map Service.

  • [NEW] Search Location: Cari lokasi di peta berdasarkan alamat (geocoding) atau koordinat (lintang/bujur). Hasil otomatis zoom ke lokasi.
  • [NEW] ArcGIS Dynamic Map Service: Layer Catalog mendukung tipe ArcGIS Dynamic Map Service β€” tambahkan layer dinamis dari server ArcGIS lengkap dengan legenda dan identify otomatis.

Versi 3.1

Update bertema "Connected GIS". Menghubungkan Galerigis Pro dengan layer catalog online, report generator Word, dan perbaikan basemap offline.

  • [NEW] Layer Catalog Online: Akses layer peta dari server pusat (WMS, WMTS, ArcGIS Tile) dari sidebar. Dikelola admin β€” muncul di semua pengguna tanpa update aplikasi.
  • [NEW] Legenda Otomatis: Legenda tampil otomatis di sidebar saat layer catalog aktif β€” mendukung legenda ArcGIS (ikon + label) dan WMS (gambar server).
  • [NEW] WMS GetFeatureInfo: Klik layer WMS untuk menampilkan informasi atribut fitur dari server di panel Feature Info.
  • [NEW] Report Generator (DOCX): Generate laporan Word (.docx) otomatis dari data layer. 5 template bawaan (Inspeksi, Inventarisasi, Monitoring, Berita Acara, Summary) + template custom.
  • [NEW] Foto dalam Laporan: Auto-deteksi field foto di GeoJSON, mendukung format photo_list (path|caption), embed foto ke dokumen Word.
  • [NEW] Export MBTiles: Opsi ekspor basemap ke MBTiles saat download tile offline, untuk integrasi dengan Datum360 mobile.
  • [IMPROVEMENT] Basemap Downloader: Perbaikan download tile offline dengan progress lebih akurat dan penanganan error lebih baik.

Versi 3.0.0

Update bertema "The Desktop GIS Experience". Tampilan nuansa desktop GIS profesional, 15 template layout cetak, 10 template peta tematik otomatis, dan dukungan format KML/KMZ lengkap.

  • [NEW] Redesign UI/UX Desktop: Tampilan dirombak total jadi layout desktop GIS profesional β€” sidebar di kiri, peta penuh di kanan.
  • [NEW] Sidebar Multi-Tab: Sidebar 4 tab terorganisir: Layers, Filter, Dashboard, dan Toolbox.
  • [NEW] 10 Auto Template Peta Tematik: Template styling otomatis untuk peta standar (Fungsi Kawasan Hutan, Penutupan Lahan, RTRW, dll). Pilih template, warna & legenda langsung diterapkan.
  • [NEW] Auto Label & Remove Duplicate Line: Pelabelan otomatis untuk layout/presentasi, dengan penghapusan garis duplikat untuk tampilan lebih bersih.
  • [NEW] 15 Template Layout Cetak: Masing-masing 5 template profesional untuk A4, A3, A0. Mendukung peta inset, legenda, skala, arah utara, dan metadata.
  • [NEW] Save Layout dalam Proyek: Konfigurasi layout (posisi elemen, template, konten) tersimpan bersama file proyek. Buka proyek = layout kembali.
  • [NEW] KML/KMZ Drag & Drop: Baca file Google Earth (KML & KMZ) via drag & drop ke peta, sama seperti GeoJSON dan Shapefile.
  • [NEW] Toolbox β€” Konversi Format: Tools konversi bawaan: KML/KMZ β†’ Shapefile, Shapefile β†’ KML, Shapefile β†’ KMZ. Mendukung Geografis dan UTM.
  • [NEW] Layout β€” Export PDF, PNG & SVG: Ekspor layout peta sebagai PDF (cetak), PNG (presentasi), atau SVG (edit di software vektor).
  • [NEW] Layout β€” Logo Upload: Upload logo kustom (PNG/JPG/SVG) ke template layout. Tersimpan otomatis dalam proyek.

Versi 2.3.0

Update bertema "The Presentation Suite". Dari alat pemetaan menjadi platform presentasi data interaktif. Gabungkan peta wilayah dengan statistik grafik dalam satu dashboard live.

  • [NEW] Interactive Dashboard: Visualisasikan atribut layer menjadi grafik (Bar/Pie/Line/Doughnut) responsif. Grafik berubah otomatis saat layer difilter.
  • [NEW] Smart Layer Filter: Filter data peta berdasarkan multi-kondisi (AND logic). Sembunyikan data tak relevan untuk presentasi lebih fokus.
  • [NEW] Smart Project Management: Penyimpanan workspace (Save/Load Project) lebih cerdas. Menyimpan konfigurasi Dashboard, Filter, dan Style visual secara presisi.
  • [NEW] Bulk Import Alamat: Ubah daftar alamat Excel menjadi titik peta otomatis menggunakan Mapbox Geocoding API.
  • [IMPROVEMENT] Digitasi & Hapus Data: Digitasi mendukung penghapusan titik (Delete Feature) untuk koreksi data lapangan lebih cepat.

Versi 2.2.0

Update bertema "The Major Feature Update". Baca data spasial industri (SHP), manajemen foto lapangan lengkap (Geotag & Panorama), serta input data manual yang fleksibel.

  • [NEW] Native Shapefile (.SHP) Support: Baca ESRI Shapefile langsung via drag & drop tanpa konversi, lengkap styling otomatis dan dukungan offline.
  • [NEW] Digitasi Manual: Modul input & edit data titik interaktif di peta. Form dinamis, geocoding helper, dan export ke Excel (.xlsx).
  • [NEW] Advanced Geotagging: Peningkatan klaster foto, ekstraksi EXIF, dan hasil import kompatibel editor manual (edit alamat/posisi).
  • [NEW] 360Β° Panorama Viewer: Visualisasi imersif untuk foto survei panorama langsung di aplikasi.
  • [IMPROVEMENT] UI/UX & Portable Config: Popup modern & draggable, perbaikan fokus login, dan konfigurasi 100% portable di folder lokal.
  • [FIX] Login Focus Issue: Memperbaiki kursor (fokus) yang hilang pada form login setelah logout. Kini bisa langsung mengetik tanpa klik manual.

Versi 2.1.0

Update bertema "Inspection & Data Flexibility". Memperluas dukungan format data non-GIS dan memudahkan manajemen peta offline.

  • [NEW] Excel to Map Instan: Drag & drop file Excel/CSV. Sistem otomatis mendeteksi koordinat dan mengubahnya jadi layer titik.
  • [NEW] Raster & Drone Support: Dukungan penuh GeoTIFF, Orthophoto, dan citra drone. Dilengkapi Image Adjustment (Brightness, Contrast, Saturation).
  • [NEW] Integrated Basemap Downloader: Download area peta offline dari dalam aplikasi tanpa software pihak ketiga.

Versi 2.0.0

Update bertema "Interoperability & Analysis". Pembaruan besar berfokus pada interoperabilitas (jembatan workflow) dan fungsionalitas analisis dasar.

  • [NEW] Jembatan Workflow: Impor/Ekspor Style (SLD QGIS, LYRX ArcGIS Pro, Mapbox JSON).
  • [NEW] Fitur Measure: Alat ukur Jarak & Area 2D instan.
  • [NEW] Dukungan Koordinat UTM: Data koordinat UTM dibaca otomatis.

Versi 1.0.0

Update bertema "Initial Release". Rilis stabil pertama Galerigis Pro, memperkenalkan fitur inti untuk workflow WebGIS offline.

  • [NEW] Save & Load Project: Menyimpan konfigurasi proyek lengkap (layer, basemap, style).
  • [NEW] Save & Load Style (JSON): Ekspor dan impor style dalam format internal JSON.
  • [NEW] Offline Basemap Support: Akses peta dasar tanpa internet via tile cache lokal.
  • [NEW] Pattern Library (Basic): Dukungan pola isian (polygon/line) dasar.
  • [IMPROVEMENT] Performa GeoJSON: Peningkatan performa untuk memuat file GeoJSON ukuran menengah.
  • [NOTE] Lisensi 2 Device: Lisensi dibatasi 2 device per akun.