Tutupan lahan adalah kondisi fisik yang menutupi permukaan bumi β seperti hutan, sawah, permukiman, badan air, atau lahan terbuka β yang dapat diidentifikasi dan dipetakan dari citra satelit atau foto udara. Berbeda dari penggunaan lahan yang berfokus pada fungsi pemanfaatan oleh manusia, tutupan lahan menggambarkan apa yang secara fisik ada di permukaan bumi pada suatu waktu tertentu.
Peta tutupan lahan menjadi dasar hampir semua analisis lingkungan dan kewilayahan: perhitungan NDVI, identifikasi deforestasi, dokumen AMDAL, analisis perubahan lahan, hingga penghitungan Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) untuk pelaporan lingkungan hidup. Artikel ini membahas pengertian, klasifikasi resmi KLHK, kode tutupan lahan, dan cara membuat petanya.
Tutupan Lahan Adalah: Pengertian Lengkap
Tutupan lahan (land cover) adalah gambaran kondisi biofisik permukaan bumi yang mencerminkan material alami maupun buatan yang menutupinya β baik berupa vegetasi (hutan, semak, sawah), badan air (sungai, danau, laut), maupun lahan terbangun (permukiman, jalan, industri).
Inti Konsep
Tutupan lahan menjawab pertanyaan: "Apa yang secara fisik menutupi permukaan bumi di area ini?" Jawabannya diidentifikasi dari citra penginderaan jauh β satelit atau drone β yang merekam pantulan spektral tiap objek di permukaan bumi.
Tutupan lahan sering dikacaukan dengan dua istilah lain:
| Istilah | Fokus | Pertanyaan yang Dijawab | Contoh |
|---|---|---|---|
| Tutupan Lahan (land cover) | Kondisi fisik/biofisik permukaan | "Apa yang ada di sini?" | Hutan lebat, badan air, lahan terbuka |
| Penggunaan Lahan (land use) | Fungsi pemanfaatan oleh manusia | "Untuk apa dipakai?" | Perkebunan sawit, permukiman, industri |
| Tata Guna Lahan (land use planning) | Rencana/peruntukan ruang | "Seharusnya dipakai untuk apa?" | Zona perdagangan di RDTR, kawasan industri |
Satu hamparan "hutan sekunder" (tutupan lahan) bisa berfungsi sebagai "perkebunan" (penggunaan lahan) dan masuk dalam zona "HPK" di peta kawasan hutan. Ketiga lapisan ini harus dianalisis bersama untuk penilaian kewilayahan yang komprehensif.
π Terkait: Peta Penggunaan Lahan: Pengertian, Jenis & Cara Membuatnya
Klasifikasi Tutupan Lahan KLHK
Di Indonesia, klasifikasi tutupan lahan yang paling banyak digunakan dalam pekerjaan kehutanan, lingkungan hidup, dan perencanaan wilayah adalah Klasifikasi Tutupan Lahan KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan). Klasifikasi ini menggunakan 23 kelas tutupan lahan yang menjadi standar dalam Peta Tutupan Lahan Nasional dan berbagai dokumen lingkungan resmi.
23 Kelas Tutupan Lahan KLHK
| No | Kode | Nama Kelas | Keterangan Singkat |
|---|---|---|---|
| 1 | Hp | Hutan Lahan Kering Primer | Hutan alam tidak terganggu di lahan kering |
| 2 | Hs | Hutan Lahan Kering Sekunder | Hutan alam bekas tebangan/terganggu di lahan kering |
| 3 | Hmp | Hutan Mangrove Primer | Hutan mangrove tidak terganggu |
| 4 | Hms | Hutan Mangrove Sekunder | Hutan mangrove bekas tebangan/terganggu |
| 5 | Hrp | Hutan Rawa Primer | Hutan alam tidak terganggu di lahan rawa |
| 6 | Hrs | Hutan Rawa Sekunder | Hutan alam bekas tebangan di lahan rawa |
| 7 | B | Belukar | Semak/belukar bekas hutan |
| 8 | Br | Belukar Rawa | Semak/belukar di lahan rawa |
| 9 | Bm | Belukar Mangrove | Semak/belukar mangrove |
| 10 | Sw | Sawah | Lahan pertanian padi basah |
| 11 | Pt | Pertanian Lahan Kering | Tegalan, ladang, kebun campuran |
| 12 | Pc | Pertanian Lahan Kering Campur | Pertanian lahan kering bercampur semak |
| 13 | Pk | Perkebunan | Perkebunan monokultur (sawit, karet, dll.) |
| 14 | Tm | Tambak | Budidaya air payau/tambak |
| 15 | Tr | Transmigrasi | Kawasan transmigrasi |
| 16 | Pm | Permukiman | Area terbangun: perumahan, komersial, industri |
| 17 | T | Tanah Terbuka | Lahan terbuka tanpa vegetasi (galian, pantai, dll.) |
| 18 | Aw | Savana / Padang Rumput | Padang rumput terbuka |
| 19 | A | Bandara / Pelabuhan | Infrastruktur transportasi |
| 20 | Rw | Rawa | Lahan basah non-hutan |
| 21 | Ko | Pertambangan | Area pertambangan aktif maupun bekas |
| 22 | S | Tubuh Air | Sungai, danau, waduk, rawa permanen |
| 23 | Aw | Salju / Es Abadi | (Terutama Papua) |
Catatan: Penomoran dan kode kelas bisa sedikit berbeda antar edisi peta KLHK. Selalu cek keterangan legenda pada file SHP atau dokumen metadata yang digunakan.
Klasifikasi SNI vs KLHK
Selain KLHK, klasifikasi tutupan lahan di Indonesia juga merujuk pada SNI 7645:2010 (Klasifikasi Penutup Lahan) yang disusun BSN. Secara prinsip serupa, namun detail kelas dan kodenya berbeda. Untuk pekerjaan kehutanan dan AMDAL, klasifikasi KLHK lebih sering digunakan karena kompatibel langsung dengan data Peta Tutupan Lahan Nasional KLHK.
Kode Tutupan Lahan KLHK
Dalam file SHP Peta Tutupan Lahan KLHK, setiap poligon biasanya memiliki atribut berikut yang perlu dipahami:
| Field Atribut | Isi | Contoh |
|---|---|---|
REMARK |
Nama kelas tutupan lahan | "Hutan Lahan Kering Primer" |
KELAS |
Kode kelas tutupan | "Hp" |
LUAS |
Luas poligon (ha) | 1250.75 |
TAHUN |
Tahun peta | 2023 |
Saat membuka SHP tutupan lahan di software GIS, field KELAS atau REMARK inilah yang dipakai untuk memberi warna simbologi dan menghitung luas per kelas tutupan lahan.
Cara Membuat Peta Tutupan Lahan / Klasifikasi Tutupan Lahan
Ada dua pendekatan utama dalam membuat peta tutupan lahan:
1. Klasifikasi Citra Satelit (Otomatis)
Klasifikasi menggunakan citra multispektral (Sentinel-2 atau Landsat) untuk mengelompokkan piksel berdasarkan nilai spektralnya:
- Download citra satelit β Sentinel-2 atau Landsat, pilih yang bebas awan.
- Preprocessing β koreksi atmosferik, susun komposit band.
- Tentukan kelas β sesuai klasifikasi KLHK atau SNI yang dipakai.
- Klasifikasi β supervised (training sample per kelas) atau unsupervised (clustering otomatis).
- Validasi akurasi β hitung overall accuracy, biasanya minimal 80% untuk keperluan resmi.
- Hitung luas per kelas β menggunakan field kalkulator atau zonal statistics.
- Layout dan ekspor β tambahkan legenda standar KLHK, skala, dan arah utara.
2. Digitasi Manual (Interpretasi Visual)
Interpretasi visual citra lalu menggambar batas tiap kelas secara manual:
- Muat citra sebagai basemap.
- Buat layer vektor baru (poligon).
- Digitasi batas kelas secara manual berdasarkan tampilan visual citra.
- Isi atribut β kode kelas, nama, tahun.
- Hitung luas per kelas.
- Layout dan ekspor.
Pendekatan manual lebih akurat untuk area kecil, tapi tidak praktis untuk wilayah luas. Klasifikasi otomatis lebih cepat untuk area besar, tapi perlu validasi lapangan.
Masalah utama dalam praktik: Kedua pendekatan ini biasanya dilakukan di beberapa aplikasi berbeda β download citra dari portal Copernicus, preprocessing dan klasifikasi di QGIS/ArcGIS, hitung luas di tool berbeda, lalu bikin layout di software lain lagi. Untuk satu proyek peta tutupan lahan saja bisa berpindah aplikasi 3β4 kali.
β‘ Satu Aplikasi untuk Seluruh Workflow Tutupan Lahan
GaleriGIS Pro menyatukan seluruh alur kerja peta tutupan lahan dalam satu aplikasi:
- Download citra Sentinel/Landsat langsung dari dalam aplikasi β tanpa buka portal Copernicus atau USGS.
- Klasifikasi tutupan lahan β supervised maupun unsupervised, dengan wizard langkah demi langkah.
- Hitung luas per kelas otomatis setelah klasifikasi selesai.
- Layout peta dengan legenda standar KLHK, skala, dan arah utara β langsung ekspor untuk laporan.
Tidak perlu berpindah software. Tidak perlu setup QGIS atau ArcGIS terpisah. Dari citra hingga peta jadi β dalam satu aplikasi, 100% offline.
Lihat GaleriGIS Pro β Klasifikasi Tutupan Lahan dalam 1 App β
Download SHP Tutupan Lahan KLHK
Untuk analisis yang menggunakan data tutupan lahan yang sudah jadi (bukan membuat dari nol), data SHP Peta Tutupan Lahan KLHK bisa diperoleh dari beberapa sumber:
- Portal KLHK / SIMONTANA: Sumber resmi data tutupan lahan nasional. Ketersediaan akses untuk publik umum bervariasi β beberapa dataset tersedia lewat permintaan resmi.
- Ina-Geoportal BIG (tanahair.indonesia.go.id): Menyediakan beberapa layer tematik kehutanan dan tutupan lahan.
- Geoportal daerah: Beberapa Bappeda provinsi/kabupaten menyediakan data tutupan lahan wilayahnya.
- Repository komunitas GIS (indonesia-geospasial.com, lapakgis.com): Data tutupan lahan per provinsi tersedia, namun verifikasi tahun data dan edisi SK sebelum digunakan untuk keperluan resmi.
Penting: SHP tutupan lahan KLHK diperbarui secara berkala (biasanya tahunan). Pastikan tahun data sesuai kebutuhan analisis β terutama untuk AMDAL dan dokumen perizinan yang mensyaratkan data terbaru.
π Terkait: Tutupan lahan sering dianalisis berdampingan dengan kawasan hutan untuk identifikasi pelanggaran atau perubahan fungsi kawasan. Lihat Download Peta Kawasan Hutan Indonesia.
Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL)
Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL) adalah indeks yang digunakan dalam pelaporan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) untuk mengukur seberapa baik kondisi tutupan lahan suatu wilayah dari sisi fungsi ekologisnya. IKTL menjadi salah satu komponen wajib dalam dokumen RPPLH (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup) di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Rumus IKTL memperhitungkan proporsi luas tutupan lahan yang memiliki fungsi ekologis (hutan primer, hutan sekunder, mangrove, rawa) terhadap luas total wilayah. Semakin tinggi proporsi tutupan bervegetasi lebat, semakin tinggi nilai IKTL.
Untuk menghitung IKTL, dibutuhkan:
- Peta tutupan lahan terbaru (resolusi dan akurasi yang cukup).
- Pengelompokan kelas KLHK ke dalam kategori "tutupan baik" vs "tutupan terdegradasi".
- Perhitungan luas per kategori terhadap luas total wilayah.
Tutupan Lahan dan Analisis NDVI
Klasifikasi tutupan lahan dan analisis NDVI saling melengkapi: NDVI mengukur kerapatan vegetasi secara kuantitatif (nilai -1 sampai +1), sementara klasifikasi tutupan lahan mengategorikan area ke dalam kelas diskrit (hutan, semak, sawah, dll.).
Alur yang umum: hitung NDVI terlebih dahulu β gunakan nilai NDVI sebagai salah satu band input untuk klasifikasi tutupan lahan β hasil klasifikasi lebih akurat karena membedakan vegetasi sehat vs vegetasi jarang.
π Terkait: NDVI Adalah: Pengertian, Rumus, Klasifikasi & Cara Membuat Peta NDVI
FAQ Seputar Tutupan Lahan
Apa itu tutupan lahan?
Tutupan lahan adalah kondisi fisik/biofisik yang menutupi permukaan bumi β seperti hutan, sawah, permukiman, badan air, atau lahan terbuka β yang dapat diidentifikasi dari citra satelit atau foto udara. Tutupan lahan menggambarkan "apa yang secara fisik ada di permukaan", berbeda dari penggunaan lahan yang menggambarkan "untuk apa area tersebut dimanfaatkan manusia".
Apa perbedaan tutupan lahan dan penggunaan lahan?
Tutupan lahan (land cover) menggambarkan kondisi fisik permukaan bumi yang terekam citra satelit β misalnya hutan, badan air, lahan terbuka. Penggunaan lahan (land use) menggambarkan fungsi pemanfaatan oleh manusia β misalnya perkebunan, permukiman, industri. Satu area bisa memiliki tutupan lahan "vegetasi lebat" namun penggunaan lahannya "perkebunan sawit".
Berapa kelas tutupan lahan menurut KLHK?
KLHK menggunakan 23 kelas tutupan lahan dalam Peta Tutupan Lahan Nasional, mencakup berbagai jenis hutan (primer/sekunder, lahan kering/rawa/mangrove), pertanian (sawah, lahan kering, perkebunan), permukiman, lahan terbuka, badan air, dan lainnya.
Apa itu kode tutupan lahan KLHK?
Kode tutupan lahan KLHK adalah singkatan dua huruf yang mewakili tiap kelas dalam dataset SHP resmi β misalnya Hp (Hutan Lahan Kering Primer), Hs (Hutan Lahan Kering Sekunder), Sw (Sawah), Pk (Perkebunan), Pm (Permukiman). Kode ini ada di field atribut KELAS dalam file SHP tutupan lahan.
Di mana download SHP tutupan lahan KLHK?
SHP tutupan lahan KLHK dapat diperoleh dari portal KLHK/SIMONTANA (akses bisa berubah), Ina-Geoportal BIG, geoportal daerah, atau repository komunitas GIS. Pastikan verifikasi tahun data β tutupan lahan KLHK diperbarui berkala dan versi lama tidak cocok untuk keperluan perizinan atau AMDAL.
Bagaimana cara membuat peta tutupan lahan?
Ada dua cara: klasifikasi citra satelit (otomatis β download citra, preprocessing, klasifikasi supervised/unsupervised, validasi akurasi, hitung luas, layout) atau digitasi manual (interpretasi visual citra lalu gambar batas tiap kelas). Klasifikasi citra lebih efisien untuk wilayah luas; digitasi manual lebih akurat untuk area kecil. GaleriGIS Pro menggabungkan seluruh langkah klasifikasi otomatis dalam satu aplikasi tanpa berpindah software.
Apa itu Indeks Kualitas Tutupan Lahan (IKTL)?
IKTL (Indeks Kualitas Tutupan Lahan) adalah komponen dari Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) yang mengukur proporsi tutupan lahan bervegetasi baik (hutan, mangrove, rawa) terhadap luas total wilayah. Digunakan dalam laporan RPPLH di tingkat provinsi dan kabupaten/kota β semakin tinggi proporsi tutupan baik, semakin tinggi nilai IKTL.
Software apa yang dipakai untuk klasifikasi tutupan lahan?
Klasifikasi tutupan lahan umumnya dilakukan di QGIS (plugin Semi-Automatic Classification) atau ArcGIS (Image Classification Wizard). Alternatifnya, GaleriGIS Pro menyatukan download citra, klasifikasi, perhitungan luas, dan layout peta dalam satu aplikasi sehingga tidak perlu install plugin atau berpindah software.
Peta Tutupan Lahan dari Citra hingga Laporan β dalam Satu Aplikasi
Workflow tutupan lahan biasanya tersebar di banyak aplikasi: portal citra, software GIS, tool analisis, lalu software layout. GaleriGIS Pro menyatukan seluruh alur β download citra Sentinel/Landsat, klasifikasi tutupan lahan, hitung luas per kelas, hingga cetak layout peta berlegenda standar KLHK β dalam satu aplikasi, 100% offline. Cocok untuk konsultan lingkungan, analis kehutanan, dan perencana wilayah yang butuh hasil cepat dan akurat.