"Digitasi bangunan pakai AI bisa langsung dipakai buat peta dasar RDTR?"
Belum. Kami mengetes sendiri di 2.889 polygon bangunan hasil AI. Yang sudutnya sudah siku dari mesin cuma 73, sekitar 3%.
Pertanyaan itu datang dari praktisi yang sudah melewati asistensi peta dasar. Kalimat mereka pendek. Bangunan harus siku, kalau tidak, rekomendasi peta dasarnya tidak keluar.
Artikel ini menjelaskan kenapa hasil AI tidak siku, berapa yang bisa dirapikan otomatis, dan bagian mana yang tetap harus dikerjakan manusia. Semua angkanya dari uji kami sendiri.
Apa yang Dilihat dari Unsur Bangunan Saat Asistensi
Lampiran peta RDTR memakai peta dasar skala 1 banding 5.000. Unsur bangunannya diperiksa dari beberapa sisi.
- Bentuk. Polygon mengikuti bentuk atap sebenarnya. Rumah yang kotak digambar kotak, bersudut 90 derajat, sisinya lurus
- Posisi. Polygon jatuh di atas atapnya di citra yang sudah terkoreksi, tidak bergeser
- Kelengkapan. Bangunan yang kelihatan di citra tidak ada yang terlewat
- Topologi. Polygon tidak saling menimpa dan tidak punya celah yang salah
- Atribut. Kolomnya terisi dan mengikuti struktur basis data
Menurut catatan BIG, dari 333 wilayah perencanaan yang diasistensi tahun 2023, 164 yang memenuhi syarat. Separuhnya belum lolos, dan yang menggagalkan urusan peta, bukan substansi rencananya.
Kenapa Polygon Hasil AI Tidak Siku
Model AI untuk bangunan bekerja per piksel. Dia menjawab satu pertanyaan untuk tiap piksel citra, ini atap atau bukan. Hasilnya gumpalan piksel, dan gumpalan itu kemudian ditarik garis tepinya menjadi polygon.
Gumpalan piksel selalu membulat di sudut dan bergerigi di sisi. Jadi polygon yang keluar punya sudut 80 atau 100 derajat, ada tonjolan lancip, dan sisinya bergelombang. Ini bukan soal citranya kurang tajam. Citra drone 5 cm pun hasil mentahnya tetap tidak 90 derajat.
Inilah yang membuat digitizer bilang lebih capek membetulkan polygon AI daripada menggambar dari awal. Keluhan itu benar kalau polygonnya dibetulkan satu per satu dengan tangan.
Angka Uji Kami
Kami menjalankan AI digitasi di dua lokasi, masing-masing satu kilometer persegi, dari citra satelit resolusi 0,6 meter. Satu kampung kota yang padat di Bogor, satu pinggiran kota campuran di Depok. Lalu tiap polygon dirapikan dengan langkah penyikuan otomatis.
| Bogor padat | Depok pinggiran | |
|---|---|---|
| Polygon bangunan hasil AI | 1.589 | 1.300 |
| Sudah siku dari mesin | 55 | 18 |
| Siku setelah disikukan otomatis | 1.538 | 1.250 |
| Pergeseran titik tengah, nilai tengah | 0,25 m | 0,25 m |
| Polygon saling menimpa setelah disikukan | 0 | 0 |
Dijumlah, 2.788 dari 2.889 polygon jadi bersudut 90 derajat. Itu 96%. Semua sudutnya kami periksa ulang satu per satu dengan hitungan, bukan dilihat mata.
Penyikuan itu sendiri bukan kerja AI. Dia langkah geometri biasa yang jalan tepat setelah AI selesai, kurang dari satu detik untuk 1.500 polygon. Rumah yang kotak diganti persegi panjang searah atapnya dengan luas yang sama. Rumah berbentuk L atau T dikunci semua sisinya ke dua arah yang tegak lurus.

Petak 80 kali 80 meter di Bogor. Kiri hasil AI mentah, kanan setelah disikukan otomatis. Citra latar Esri World Imagery.
Yang Tidak Diperbaiki Penyikuan
Penyikuan merapikan polygon yang sudah benar. Dia tidak membetulkan polygon yang salah tangkap. Empat hal ini tetap pekerjaan manusia.
- Rumah yang menyatu. Dua atau tiga rumah berdempetan sering tertangkap sebagai satu polygon. Setelah disikukan, dia jadi satu kotak besar yang rapi, jadi malah lebih sulit dikenali. Di uji Bogor ada 158 polygon di atas 400 meter persegi yang perlu dicek karena ini
- Rumah deret. Deretan rumah dengan satu atap menerus tertangkap sebagai satu blok per deret, bukan per unit
- Atap putih terang. Gudang dan los pasar beratap putih sering terlewat
- Arah yang miring. Sebagian kecil kotak arahnya meleset beberapa derajat dari atapnya
Di kedua lokasi uji, sekitar 85% bangunan permukiman tertangkap sebagai polygon terpisah. Sisanya masuk empat golongan di atas.
Jadi Urutan Kerjanya Seperti Apa
AI tidak menggantikan digitizer. Dia memindahkan pekerjaan digitizer dari menggambar semua bangunan ke mengurus bagian yang sulit saja.
- AI menemukan bangunannya. Satu kilometer persegi permukiman selesai di bawah 15 menit di laptop biasa
- Penyikuan merapikan bentuknya. 96% polygon jadi bersudut 90 derajat
- Manusia mengurus sisanya. Memisah yang menyatu, menambah yang terlewat, menghapus yang salah, lalu memeriksa topologi dan atribut
Untuk permukiman biasa, bagian manusia itu kira-kira 15 sampai 25% dari digitasi manual penuh. Untuk kawasan komersial dan perumahan deret, porsinya lebih besar.
Satu hal yang perlu jujur. Angka di atas mengukur bentuk dan pergeseran terhadap hasil AI, belum terhadap data rujukan lapangan. Lolos atau tidaknya di asistensi tetap ditentukan pemeriksa, dan kami tidak menjanjikan itu.
Kalau Wilayah Perencanaan Anda Belum Selesai Didigitasi
Ada dua jalan, tergantung timnya.
Tim Anda sudah habis di FGD dan materi teknis. Bagian digitasi bisa dilepas. Kami kerjakan per wilayah perencanaan, dari citra Anda, lalu dikirim sebagai berkas SHP yang sudah disikukan dan dicek manusia. Rinciannya ada di halaman jasa pengolahan peta RDTR.
Tim Anda masih ada waktunya. AI digitasi yang sama ada di GaleriGIS Pro dan jalan di laptop sendiri tanpa internet. Penyikuan otomatis sedang kami uji dan belum ada di versi 4.6 yang beredar sekarang.