Dokumentasi » Galerigis Pro

Dokumentasi Galerigis Pro

Panduan instalasi, impor data, styling peta, basemap offline, dan modul lanjutan.

Memuat Data (Import)

Galerigis Pro dirancang dengan prinsip "Drag & Drop". Anda tidak perlu melalui wizard impor yang rumit. Cukup tarik file Anda ke layar peta.


📂 1. Data Vektor (GeoJSON)

Format standar untuk data berbasis vektor (garis, titik, poligon).

GeoJSON (.geojson)

Ini adalah format native dan tercepat untuk Galerigis Pro.

  1. Siapkan file .geojson Anda.
  2. Drag & Drop ke area peta.
  3. Layer akan langsung muncul.

💡 Tips Pro: Simpan data di folder WebGISData\data agar path-nya relatif dan mudah dipindahkan antar komputer.

Ilustrasi Drag and Drop ke Peta
(Gambar: Drag file GeoJSON ke area peta)


📊 2. Data Tabel (Excel) Baru v2.1

Punya data survei atau daftar aset dalam format Excel? Tidak perlu dikonversi manual.

  1. Pastikan file Excel (.xlsx) Anda memiliki kolom koordinat (misal: Latitude, Longitude atau X, Y).
  2. Drag & Drop file Excel ke peta.
  3. Sistem akan otomatis mendeteksi kolom koordinat dan mengubahnya menjadi layer Titik (Point).

🚁 3. Data Raster (Drone & Satelit) Baru v2.1

Galerigis Pro kini mendukung visualisasi data raster untuk kebutuhan pemantauan.

Format yang didukung:

  • GeoTIFF (.tif): Untuk data drone, DEM, atau citra satelit.

Cara Penggunaan:

  1. Drag file raster ke peta.
  2. Layer akan muncul di grup "Raster".
  3. Kamu bisa melakukan Image Adjustment (atur Kecerahan, Kontras, dan Saturasi agar objek terlihat jelas) bila di perlukan dengan mengklik tombol + yang ada di management layer.

4. Native Shapefile (.SHP)
Kini Anda bisa membuka standar data industri GIS (ESRI Shapefile) secara langsung tanpa perlu konversi.

Smart Loader: Berkat teknologi desktop, Anda TIDAK PERLU menyeleksi 3 file sekaligus (.shp, .dbf, .shx). Cukup tarik file utamanya saja.

  1. Pastikan file .shp Anda berada dalam satu folder dengan file pendukungnya (.dbf dan .shx).
  2. Klik dan tahan file .shp saja.
  3. Drag & Drop ke layar peta Galerigis Pro.
  4. Data akan langsung tampil lengkap beserta tabel atributnya!

💡 Tips: Pastikan nama file .shp, .dbf, dan .shx sama persis (contoh: Jalan_Raya.shp harus berpasangan dengan Jalan_Raya.dbf).


💡 Tips Manajemen File:
Agar proyek lebih rapi dan portable, disarankan untuk menaruh file GeoJSON sumber Anda di dalam folder WebGISData\data di dalam direktori aplikasi sebelum di-load. Ini memastikan aplikasi langsung mendeteksi path relatif saat proyek dibuka kembali.