Interactive Dashboard
Interactive Dashboard adalah panel visualisasi data yang terintegrasi langsung dengan peta. Fitur ini memungkinkan Anda mengubah atribut data layer menjadi grafik statistik yang responsif.
π 1. Membuat Grafik Baru
- Buka panel Dashboard melalui menu Tools > Dashboard... (Shortcut:
Ctrl+DatauCmd+D). - Klik tombol + Add Chart di bagian bawah panel.
- Konfigurasikan chart Anda:
- Layer: Pilih layer sumber data (misal:
bangunan.shp). - Field: Pilih kolom atribut yang ingin dikelompokkan (misal:
jenis_bangunan). - Aggregation:
Count: Menghitung jumlah objek.Sum: Menjumlahkan nilai kolom angka lain (misal:luas_tanah).
- Chart Style: Pilih jenis visualisasi:
Bar: Diagram batang vertikal.Line: Diagram garis.Pie: Diagram lingkaran (persentase).Doughnut: Diagram donat.
- Layer: Pilih layer sumber data (misal:
- Klik Save Chart.
π 2. Sinkronisasi dengan Filter
Salah satu kekuatan utama Dashboard ini adalah konektivitasnya dengan Peta.
- Saat Anda menggunakan Smart Layer Filter untuk menyembunyikan sebagian data di peta, grafik di Dashboard akan otomatis menghitung ulang.
- Ini sangat berguna untuk presentasi "What-If" scenario. Misalnya: "Bagaimana proporsi jenis lahan jika kita hanya melihat Kecamatan X?".
πΎ 3. Penyimpanan
Seluruh konfigurasi chart yang Anda buat akan ikut tersimpan saat Anda melakukan Save Project (.glrg / .json). Saat proyek dibuka kembali, dashboard akan langsung muncul dengan data terbaru.
β‘ 4. Logika & Performa
Berbeda dengan WebGIS konvensional yang membebani server, Dashboard Galerigis Pro beroperasi 100% di Client-Side (Browser Anda).
- Kecepatan: Kalkulasi statistik terjadi instan tanpa loading server.
- Privasi: Data atribut Anda tidak dikirim ke cloud untuk diproses.
- Kapasitas: Untuk performa optimal pada PC standar (RAM 8GB), disarankan jumlah fitur di bawah 50.000 titik per layer.
π‘ 5. Tips Visualisasi Efektif
Agar dashboard informatif dan tidak membingungkan:
- Pie / Doughnut Chart: Gunakan hanya jika kategori kurang dari 7 (misal: Status Tanah: SHM, HGB, HP). Jika terlalu banyak irisan, chart akan sulit dibaca.
- Bar Chart: Terbaik untuk membandingkan kuantitas antar wilayah (misal: "Jumlah Penduduk per Kecamatan").
- Line Chart: Wajib digunakan untuk data runtun waktu (Time Series) atau tren (misal: "Kenaikan Harga Lahan 2010-2025").
β οΈ 6. Troubleshooting Umum
Q: Mengapa grafik tidak muncul atau kosong?
A: Pastikan tipe data kolom atribut Anda adalah Number (Integer/Double). Jika data terbaca sebagai String (Text) di Excel/SHP, chart mungkin gagal melakukan operasi matematika (Sum/Avg).
Q: Bagaimana dengan data kosong (Null)?
A: Sistem secara otomatis mengabaikan baris data dengan nilai Null atau kosong pada Field yang dipilih, sehingga rata-rata statistik tetap akurat.