Hexagon Grid Analysis
Buat grid heksagon otomatis dari Area of Interest (AOI) untuk agregasi spasial β menghitung statistik data per sel grid.
π Cara Menggunakan
Ada dua cara untuk mendapatkan Hexagon Grid:
Cara 1: Generate Hex Grid Baru
- Siapkan polygon AOI (digitasi atau layer yang sudah ada).
- Buka tab Toolbox di sidebar kiri, pilih Analisis Hexagon, lalu klik Generate Hex Grid.
- Konfigurasi parameter:
- Radius hexagon β Ukuran setiap sel grid.
- Layer overlay β Layer data yang ingin diagregasi.
- Statistik β Pilih jenis: count, sum, atau average.
- Klik Generate Grid.
- Hasil berupa layer grid heksagon dengan nilai statistik per sel.

(Tampilan Generate Hex Grid)
Cara 2: Import Hex Grid yang Sudah Ada
Jika Anda sudah memiliki hex grid dari aplikasi lain (QGIS, ArcGIS, dll), cukup import file GeoJSON/SHP hex grid tersebut ke Galerigis Pro seperti layer biasa β drag & drop atau via menu import.
π Metode Analisis per Tipe Geometri
Analisis hexagon berbeda tergantung tipe layer overlay yang digunakan:
Point (Titik)
- Jumlah β Menghitung jumlah titik yang masuk ke setiap sel hexagon.
Line (Garis)
- Jarak β Menghitung total panjang garis di setiap sel hexagon, dalam satuan meter (m) dan kilometer (km).
Polygon (Area)
Untuk layer polygon, Anda perlu menentukan:
- Kolom kategori β Pilih field yang berisi kategori (misal: jenis tutupan lahan, tipe penggunaan lahan).
- Metode agregasi:
- Luas per kategori β Menghitung total luas (mΒ²/ha) setiap kategori di dalam sel hexagon.
- Fitur dominan β Hanya mengambil kategori yang memiliki luas terbesar di setiap sel hexagon. Cocok untuk peta tematik sederhana yang menunjukkan "siapa yang mendominasi di area ini".

(Tampilan hasil Analisis Hexagon Grid)
β FAQ
Ukuran radius berapa yang ideal?
Tergantung skala analisis. Untuk tingkat kelurahan gunakan radius 100β500 meter, untuk tingkat kota gunakan 1β5 km.
Bisa digunakan tanpa layer overlay?
Ya. Grid heksagon bisa di-generate hanya dari AOI tanpa overlay β berguna sebagai template grid kosong untuk analisis manual.